Jadi Atlet Berkarakter dengan Character Building

Hari ini, Kamis (19/11), bertempat di Gedung Student Center, UKM UNIOR (Unit Olahraga) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan diklat tahunan bagi anggota baru. Pada sesi kedua acara hari ini diisi motivation training dengan mengangkat judul Character Building.

Apa pentingnya pembentukan karakter seorang atlet?

Tentu penting. Seorang atlet harus tahu benar bagaimana bersikap dengan kawan, lawan, supporter, pelatih, dan pihak-pihak lainnya. Meskipun atlet, tapi tetap menjalin hubungan sosial dengan yang lain bukan?

Sebagai pembicara, Ibu Like, memberi contoh yaitu pesepak bola Zinedine Zidane. Mantan pesepak bola asal klub Real Madrid tersebut terkenal dengan fair play-nya. Bahkan aksi tanduknya pada laga final Piala Dunia 2006 di Jerman lalu justru banyak mendapat dukungan sebab disinyalir alasan Zidane melakukan hal tersebut karena terkait rasisme yang dilakukan oleh Marco Materazzi.

Lebih lanjut, Ibu Like juga memberi gambaran bagaimana jika seorang atlet harus mengalami kekalahan pada suatu pertandingan. Adalah seorang atlet yang baik jika ia menang dan mau menyalami lawannya yang kalah, namun adalah seorang atlet yang luar biasa jika ia kalah tapi mau menyalami lawannya yang menang dan memberinya selamat. Kontrol diri dan emosi bagi seorang atlet baik di luar ataupun di dalam lapangan itu sangat penting.

Kebiasaan seseorang selama latihan akan terlihat saat ia tengah berlaga dalam sebuah pertandingan. Jika ia terbiasa dengan latihan yang keras namun tetap gigih menjalani latihan, akan berdampak pada wujud sportifitas yang muncul saat di lapangan. Seorang atlet tidak boleh mudah putus asa lalu menyerah dengan kemampuannya, setiap pertandingan pasti memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Sama seperti jenjang sekolah, semakin tinggi kelasnya semakin sulit pula mata pelajarannya. Maka dari itu, pantang bagi seorang atlet menyerah dan minder saat harus menelan kekalahan. “Katakanlah bahwa ‘memang hari ini saya kurang maksimal latihan, untuk laga selanjutnya saya harus lebih giat lagi berlatih’ saat Anda kalah dalam sebuah pertandingan,” ujar Bu Like.

Kerja tim juga sangat diperlukan dalam olahraga. Meskipun seorang atlet yang bermain tidak dalam sebuah tim di lapangan, seperti pebulu tangkis tunggal, petenis tunggal, sepak takraw, dan atlet yang bermain tunggal lainnya, tapi mereka memiliki tim di luar lapangan. Siapa saja mereka? Pelatih, rekan sesama atlet, ketua organisasi atau klub, dll. Meskipun tak tampak sedang bekerja sama dengan orang lain di lapangan, namun seorang atlet pasti melakukan persiapan serta latihan dengan orang banyak sbelum bertanding.

Mungkin sering kita lihat banyak atlet yang bermain seenaknya atau terlihat sombong saat berlaga, baik itu pemain tunggal, ganda atau dalam tim. Itulah yang harus dihindari oleh calon-calon atlet dari UNIOR. Semangat dan disiplin dalam berlatih bukan berarti menjadikan diri sendiri pribadi yang congkak. Jika menilik kata-kata mutiara, “Masih ada langit di atas langit,”itu sangat benar. Jangan sampai baru menguasai satu teknik pertandingan lantas mendewakan dirinya sendiri sehingga tak lagi memiliki rasa hormat, sopan dan menghargai orang lain.

Motivation training hari ini ditutup dengan pesan dari Bu Like, bahwa menjadi apapun profesinya, atlet sekalipun, berikanlah yang terbaik, jangan cepat menyerah. Although you’re not the number one, but you’re the best.

DSCN0743

DSCN0705

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: