“Berikanlah yang Terbaik untuk Membahagiakan Orang di Sekitar Kita”

DSCN0405DSCN0417DSCN0444DSCN0495

Hari ini (13/11) giliran jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsyyah, yang mendapat materi dari instruktur kami. Dengan tema “Mari Bersuara Demi Al-Ahwal Al-Syakhsyyah yang Baru” yang berlokasi di Fakultas Syariah, mahasiswa antusias menerima materi Public Speaking dari Ibu Like Raskova Octaberlina.

Para peserta pelatihan merupakan mahasiswa semester satu yang belum saling kenal . Hal tersebut menjadi momen pertama dalam pelatihan yakni teknik berkenalan dan mengenalkan orang lain sesuai etika yang benar. Setelah itu. materi menjadi Public Speaker yang baik pun dimulai.

Ada banyak profesi yang mengharuskan pelakunya menguasai kemampuan berbahasa. Misalnya Master of Ceremony (MC). Intonasi saat membacakan susunan acara hendaknya tidak monoton, tapi harus bisa kalimat atau kata mana yang perlu diberi stress (penekanan). Selain itu, tinggi-rendahnya suara juga perlu diperhatikan. Jangan sampai suara yang dikeluarkan hanya tinggi saja atau hanya rendah saja. Sekilas mungkin terlihat mudah, namun sebetulnya Public Speaking perlu pembiasaan dari pelakunya. Untuk itulah perbanyak latihan. Meskipun seorang MC pasti membawa teks susunan acara, bukan berarti tak perlu latihan sebab kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi saat acara.

Teks susunan acara juga perlu diperhatikan. Menulis teks susunan acara tidak boleh ada singkatan, sebab tak menutup kemungkinan saat acara kita akan membaca sesuai yang tertulis atau mungkin malah lupa dengan kepanjangan dari singkatan tersebut. Tulis secara lengkap dan teliti. Teks ini tak perlu ditulis di kertas yang besar atau panjang, buatlah yang kecil tapi bisa memuat semua susunan acara. Tebal kartu hanya setebal kertas karton dan jangan lup diberi urutan agar memudahkan saat membaca.

Public Speaker tak hanya melulu mengenai suara dan kata-kata, tapi body language juga sangat perlu diperhatikan. Cara duduk, berdiri, berjalan, menunjuk seseorang semua ada aturannya. Ibu Like juga memberi contoh mengenai hal-hal tersebut dan memberi kesempatan kepada peserta pelatihan untuk mempraktikkannya.

Selain itu, costume atau pakaian yang dikenakan juga harus serasi. Dalam satu outfit hanya diperbolehkan terdapat dua warna kombinasi. Jika salah satu dari pakaian yang dikenakan sudah bermotif, maka untuk memadu-padankannya harus cari yang tidak bermotif.

Mengapa semua mempunyai aturan? Mengapa mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki seorang Public Speaker harus tampil prima? Karena tujuan dari Public Speaking adalah untuk memberi informasi dan hiburan. Bayangkan jika penampilan tidak prima lantas menjadi Public Speaker, informasi yang sebenarnya penting menjadi tak penting sebab audience tak merasa nyaman dengan si Public Speaker. Mengutip dari kata-kata Bu Like sebelum mengakhiri pelatihan siang itu, bahwa kita hidup ini bertugas untuk menjadi ke bahagiaan bagi orang lain. “Berikanlah yang terbaik untuk membahagiakan orang di sekitar kita, dan bahagialah di atas kebahagiaan orang lain. Begitulah sebenarnya berbagi kebahagiaan.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: